20. ILMU TAUHID EDISI 020

B. Sifat yang Ja’iz (harus) bagi Allah.

“Dan pemahamanmu terhadap sifat ja’izNya dimana engkau meyakini sesungguhnya Allah maha berkendak mencipta apa-apa yang ingin diciptakanNya juga membinasakan apa-apa yang ingin dibinasakanNya”

Sifat “ja’iz” tersebut adalah semacam haq preoregatif bagi Allah, dengan haq tersebut Allah berkuasa melakukan apapun yang diinginkanNya, dan Allah maha berkuasa menjadikan segala sesuatu menjadi mungkin ataupun sebaliknya dan sebagainya, dan sifat yang ja’iz tersebut hanya satu yaitu haq preoregatif itu sendiri yaitu :

“fi`lu kulli mumkinin au tarkuhu”
(membuat segala sesuatu yang mungkin, atau meninggalkannya)

Dengan sifat ja’iz tersebut, maka Alloh itu maha berkuasa untuk menciptakan sesuatu atau sebaliknya dan semua itu kembali kepadaNya, terserah kepadaNya, sehingga segala sesuatu itu menjadi mungkin diadakan dan mungkin juga tidak diadakan atau dibinasakan, dan yang demikian itulah keterangan dari pada “sifat ja’iz” yang dimaksud.

Dari ke 40 sifat yang wajib dan mustahil bagi Allah tersebut diatas yang kemudian dibagi kedalam empat sifat itu, kemudian ditambah dengan satu sifat yang ja’iz bagi Allah tersebut sehingga jumlah keseluruhannya menjadi 41 (empat puluh satu) aqo`id yang wajib diimani (atau dii’tiqodkan, dan selain itu ada 9 (Sembilan aqo’id tambahan yang juga wajib diimani sebagai mana akan disampaikan berikutnya, sehingga jumlah keseluruhannya menjadi 50 aqo`id, dan ke 50 aqo`id tersebut diatas, kemudian dibagi menjadi dua yaitu :

1. Yang 28 aqo`id masuk dalam kategori “istighnaa`ihii ta`aala an kulli maa siwaahu”
2. Dan yang 22 aqo`id masuk dalam kategori “iftiqooru kulli maa adaahu ilaihi subhaanahuu
    wata`aala”.

BERSAMBUNG KE EDISI 021
Fahamilah setiap edisi demi edisi nya agar tidak terjadi kesalahan didalam memahaminya
---------- “” ----------

Komentar

Postingan populer dari blog ini

1. ILMU TAUHID EDISI 001

2. ILMU TAUHID EDISI 002