130. ILMU PENGHANTAR WUSHUL MA’RIFAT EDISI 05

5. Ilmu Wahidiyyah Adalah Jalan Wushul Mengikuti Orang-orang Jazab.

Sholawat wahidiyyah ini, Insya Alloh berfaedah menjernihkan hati dan sebagai penghantar wushul Ma`rifat Kepada Alloh wa Rosulihi saw tanpa bimbingan seorang guru mursyid, maka sebagaimana penjelasan sebelumnya, bahwa bila seorang murid thoreqot ia melakukan Riyadhoh-riyadhoh tertentu untuk bisa sampai kepada keadaan Ma`rifat (sadar akan keesaan Alloh), maka melalui sholawat wahidiyah ini, dengan media istighroq didalamnya, Insya Alloh kesadaran akan keesaan Alloh tersebut akan tertanam dihati lebih awal adanya (mengikuti jalan orang-orang yang di jazab), sehingga perjuangan kedepannya lebih banyak kepada bagaimana bisa “menjaga kesadaran” tersebut agar tidak hilang dari hati, maka yang demikian adalah kebalikan dari “jalan Thoreqot” mereka berjuang (bermujahadah) bagaimana dapat mencapai “kesadaran” dengan Riyadhoh dan dzikir dan sebagainya, namun pada akhirnya, baik yang merangkak naik (jalan thoreqot) maupun yang menjaga kesadaran setelah mendapatkan kesadaran (jalan warid ilahiy) ya`ni mengikuti jalannya orang-orang yang dijazab, maka keduanya sama-sama membutuhkan kesungguhan didalam mengarahkan hawa nafsu, menundukkannya agar tidak liar dan menjauh dari Alloh swt, dan inilah yang disebut “Mujahadah”.

Maka yang dimaksudkan dengan mujahadah adalah, bersungguh-sungguh mengarahkan hawa nafsu, menundukkannya sehingga ia menjadi terkendali dan dapat diarahkan, sehingga menjadi penyemangat untuk semakin mendekat kepada Alloh swt serta selalu dirahmati olehNya sebagaimana disebutkan :

“wahai jiwa yang tenang (nafsu yang terkendali) datanglah kepada Tuhanmu dengan ridho dan mendapatkan ridho`Nya, maka masuklah kedalam golongan hamba-hambaKu dan masuklah kedalam syurgaKu”

Dan ketahuilah, sesungguhnya “mujahadah” tersebut meliputi 5 hal yang harus dijalani dan ini khususnya bagi mereka yang berjalan dengan mengikuti “jalan warid Ilahiy” adanya, dan kelima hal tersebut adalah :

a. Melatih diri dengan mendengarkan kata hati yang terdalam.
Yang kami maksudkan disini adalah, hendaknya didalam melaksanakan sesuatu, khususnya didalam melakukan amalan-amalan yang sifatnya untuk mendekatkan diri kepada Alloh, serta meniadakan diri kedalam keesaan Alloh, maka kembalikanlah kedalam hati yang terdalam, bahwa sesungguhnya timbulnya keinginan tersebut adalah semata-mata karena fadhol dari Alloh swt, sehingga yang ada dalam rasa` bahwa melaksanakan amalan-amalan tersebut karena mengikuti keinginan Alloh semata, dan bukan mengikuti keinginan hawa nafsu adanya.

b. Memperbanyak membaca sholawat serta bersholawat atas Nabi saw.
Memperbanyak bacaan sholawat disini pada haqeqatnya adalah sholawat apa saja, namun yang sangat dianjurkan adalah memperbanyak bacaan sholawat wahidiyah itu sendiri, sebab sholawat wahidiyah sendiri memang berfaedah untuk hal seperti ini adanya, dan adapun “bersholawat”, maka yang demikian merupakan implementasi dari bacaan sholawat itu sendiri, ya`ni berusaha menerapkan ajaran-ajaran yang disampaikan oleh beliau Rosululloh saw, menjunjung tinggi syari`atnya serta menerapkan haqeqat didalamnya yang merupakan setengah dari ajaran beliau saw jua adanya.

c. Banyak Melakukan Muzakaroh.
Mengkaji “ilmu” disini adalah, mempelajari ilmu-ilmu ketuhanan khususnya, sehingga hati menjadi lebih terarah didalam latihan-latihannya, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya hati itu mudah hidup dengan banyak mengingat akan hal-hal bersifat keindahan, menghidupkan sisi sensitive yang positif

d. Menerapkan prinsip-prinsip Ajaran Wahidiyyah.
Lillah, Billah, Lirrosul, Birrosul, Yu`tii kulla dzii haqqin haqqoh serta Taqdiimul aham fal aham tsummal anfa fal anfa.

5. Memperbanyak istighroq didalam segala keadaan.
(Lihat kembali penjelasan tentang istighroq) tersebut.

BERSAMBUNG KE EDISI 06
Fahamilah setiap edisi demi edisi nya agar tidak terjadi kesalahan didalam memahaminya
---------- “” ----------

Komentar

Postingan populer dari blog ini

1. ILMU TAUHID EDISI 001

20. ILMU TAUHID EDISI 020

2. ILMU TAUHID EDISI 002