Postingan

131. ILMU PENGHANTAR WUSHUL MA’RIFAT EDISI 06

SHOLAWAT WAHIDIYAH DAN CARA PENGAMALANNYA.A. Faedah (Keutamaan) mengamalkan Sholawat Wahidiyyah.Setengah dari pada keutamaan sholawat wahidiyah tersebut adalah untuk Menjernihkan Hati, Meningkatkan kesadaran Ma’rifat kepada Alloh wa Rosuulihi Saw. serta Memurnikan Tauhid dan Ma`rifat Billah Wa Rosuulihi SAW.B. Aurod (Bacaan) Sholawat Wahidiyyah untuk Maharan1.
ILAA HADLROTI SAYYIDINAA MUHAMMADIN SHOLLALLOOHU'ALAIHI WASSALAM, ALFAATIHAH ! (membaca Surat Fatihah 7x)Artinya :
Di hadiyahkan ke haribaan Junjungan kami Kanjeng Nabi Besar Muhammad Shollallohu ‘alaihi Wasallam. Al-Fatihah!2.
WA ILAA HADLROTI GHOUTSI HAADAZ-ZAMAN WAA'AWAANIHI WASAAAIRI AULIYAAILLAAHI RODLIYALLOOHU TA'AALA ‘ANHUM ALFAATIHAH ! (membaca Surat Fatihah 7x) Dan di hadiyahkan ke pangkuan Ghoutsi Hadhazzaman, Para Pembantu Beliau dan segenap Kekasih ALLOH, Rodiyallohu ta’alaa Anhum. Al-Fatihah !3.
ALLOOHUMMA YAA WAAHIDU YAA AHAD, YAA WAAJIDU YAA JAWAAD, SHOLLI WASALLIM WABAARIK ‘ALAASAYYIDINAA MUHAMMADIW-W…

130. ILMU PENGHANTAR WUSHUL MA’RIFAT EDISI 05

5. Ilmu Wahidiyyah Adalah Jalan Wushul Mengikuti Orang-orang Jazab.Sholawat wahidiyyah ini, Insya Alloh berfaedah menjernihkan hati dan sebagai penghantar wushul Ma`rifat Kepada Alloh wa Rosulihi saw tanpa bimbingan seorang guru mursyid, maka sebagaimana penjelasan sebelumnya, bahwa bila seorang murid thoreqot ia melakukan Riyadhoh-riyadhoh tertentu untuk bisa sampai kepada keadaan Ma`rifat (sadar akan keesaan Alloh), maka melalui sholawat wahidiyah ini, dengan media istighroq didalamnya, Insya Alloh kesadaran akan keesaan Alloh tersebut akan tertanam dihati lebih awal adanya (mengikuti jalan orang-orang yang di jazab), sehingga perjuangan kedepannya lebih banyak kepada bagaimana bisa “menjaga kesadaran” tersebut agar tidak hilang dari hati, maka yang demikian adalah kebalikan dari “jalan Thoreqot” mereka berjuang (bermujahadah) bagaimana dapat mencapai “kesadaran” dengan Riyadhoh dan dzikir dan sebagainya, namun pada akhirnya, baik yang merangkak naik (jalan thoreqot) maupun yang men…

126. ILMU PENGHANTAR WUSHUL MA’RIFAT EDISI 01

ILMU WAHIDIYYAH dan SHOLAWAT WAHIDIYAH.Sholawat wahidiyyah ini, Insya Alloh berfaedah menjernihkan hati dan sebagai penghantar wushul Ma`rifat Kepada Alloh wa Rosulihi saw tanpa bimbingan seorang guru mursyid, maka sebagaimana penjelasan sebelumnya, bahwa bila seorang murid thoreqot ia melakukan Riyadhoh-riyadhoh tertentu untuk bisa sampai kepada keadaan Ma`rifat (sadar akan keesaan Alloh), maka melalui sholawat wahidiyah ini, dengan media istighroq didalamnya, Insya Alloh kesadaran akan keesaan Alloh tersebut akan tertanam dihati lebih awal adanya (mengikuti jalan orang-orang yang di jazab), sehingga perjuangan kedepannya lebih banyak kepada bagaimana bisa “menjaga kesadaran” tersebut agar tidak hilang dari hati, maka yang demikian adalah kebalikan dari “jalan Thoreqot” dimana mereka itu berjuang (bermujahadah) untuk bagaimana dapat mencapai “kesadaran” dengan Riyadhoh dan dzikir dan sebagainya, namun demikian pada akhirnya, baik yang merangkak naik (jalan thoreqot) maupun yang menja…

125. ILMU TAUHID EDISI 125

HUKUM SEBAB AKIBAT (HUKUM AKSI REAKSI) DALAM PERSPEKTIF ILMU TAUHID.Dalam dunia ilmu pengetahuan (Sain), hukum sebab akibat ini lebih dikenal dengan dengan sebuatan “Hukum aksi reaksi” atau ada aksi pasti ada reaksi.seperti halnya jika “makan”, pasti akan “kenyang”, maka yang menjadi hukum aksinya adalah “makan” sedangkan hukum reaksinya adalah “kenyang”nya, dan hukum aksi reaksi ini ada juga yang menyebutnya dengan hukum alam, dimana setiap aksi dan reaksi yang terjadi mereka katakana bahwa semua itu tidak lebih hanya sebuah proses dari alam itu sendiri.Dalam konsep Keasaan Allah (lmu Tauhid), dikatakan bahwa setiap aksi dan reaksi yang terjadi, semua itu tidak terjadi dengan sendirinya melainkan ada sesuatu yang mengatur dan menetapkannya yaitu Allah swt.Dikatakan bahwa pada haqiqatnya apapun yang selain Allah (semua ciptaan) yang disebut makhluk, semuanya tidak memiliki kemampuan apapun walau hanya sedikit sekalipun, jika diyakini bahwa makhluk itu memiliki kemampuan (untuk berwuju…

124. ILMU TAUHID EDISI 124

HAQIQAT SHODAQOH DAN ANJURAN MEMPERBANYAKNYA“liyunfiq zuu sa’atin min sa’atihi waman qudiro alaihi rizquhuu fal yunfiq mim maa aataahulloohu laa yukallifu nafsan illaa maa aataahaa sayaj’alalloohu ba’da usri yusroo (At-tholak 7).(orang yang mampu hendaknya memberi nafkah sesuai dengan kemampuannya, dan orang yang disempitkan rizkinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya, Allah tidak memberikan beban melainkan sesuai dengan apa yang diberikan kepadanya, Allah akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan)Jika engkau dikaruniai rizki yang jembar, hendaknya engkau didalam menafkahi keluargamu itu agar lebih banyak dari kebiasaanmu, dimana nafkah yang engkau berikan itu seimbang dengan banyaknya rizki yang engkau peroleh, sehingga semakin banyak rizki yang engkau dapatkan seharusnya semakin banyak pula nafkah yang engkau diberikan.Tidaklah yang dimaksud rizki itu hanya dalam so’al materi, tetapi ia adalah melingkupi segala hal yang merupakan bentuk pemberianN…

123. ILMU TAUHID EDISI 123

TANDA-TANDA USAHA YANG SELALU SUKSES.“min alaamatin najhi fin nihaayatir rujuu’u ilalloohi fil bidaayaati”
(setengah dari pada tanda-tandanya akan berhasil pada akhirnya, dimana ia senantiasa kembali kepada Allah pada permulaannya).jika engkau sungguh-sungguh sadar dimana engkau menyadari keinginanmu itu untuk melakukan ini dan itu bukan semata-mata kemampuanmu tetapi sebab fadhol dan dorongan dari Tuhanmu yang ditanamkan dihatimu kemudian didalam melaksanakan apa-apa yang engkau usahakan itu, dimana engkau senantiasa sadar bahwa tiadalah engkau melakukannya melainkan bersama Tuhanmu, pastilah apa-apa yang engkau usahakan itu selalu memperoleh kecemerlangan dan keberhasilan terutama disis TuhanmuBukankah telah dikatakan :“maa tawaqqofa math labun anta thoolibuhu birobbika”(apapun yang diperjuangkan dan diusahakan itu bila selalu disertai tawakkal (jiwa yang menyerah) terhadap kekuasaan Allah didalamnya, kemudian engkau selalu meminta pertolongan hanya kepadaNya, pastilah usahamu itu  …

122. ILMU TAUHID EDISI 122

KEKERUHAN HIDUP ADALAH SIFATNYA DUNIA“laa tastaghrib wuquu’al aqdaari maa dumta fii haazihid daar”Jangan pernah engkau menganggap ganjil terhadap adanya kekeruhan-kekeruhan (permasalahan-permasalahan) yang engkau alami selama engkau menjalani kehidupanmu didunia yang fana’ ini, sungguh selama engkau masih berada didunia ini pastilah engkau akan mengalami berbagai macam permasalahan itu sedikit atau banyaknya,
Bukankah sudah dikatakan :“fa’innahaa maa abrozat illaa maa hua mustahiqqun wasfuhaa wawaajibun na’tuhaa”
(sungguh semua permasalahan-permasalahan itu sudah menjadi sifat dan pembawaan dunia)
.
Jika engkau sungguh memahaminya, maka janganlah engkau buang-buang waktumu itu hanya untuk mencari kesenggangan dan terbebas dari berbagai permasalahan hidup dimana engkau berharap dapat menemukan hidup yang enak tanpa adanya permasalahan yang menyertaimu, sungguh kehidupan ini harus engkau jalani dengan segala permasalahan-permasalahannya,
bukankah sudah disampaikan
“man tholaba maa lam y…