Postingan

41. “HUKUM SEBAB AKIBAT (HUKUM AKSI REAKSI) DALAM PERSPEKTIF ILMU TAUHID”

Dalam dunia ilmu pengetahuan (Sain), hukum sebab akibat ini lebih dikenal dengan sebuatan “Hukum aksi reaksi” atau dengan kata lain bila “ada aksi pasti akan menimbulkan reaksi”.
seperti halnya jika “makan”, pasti akan “kenyang”, maka yang menjadi hukum aksinya adalah “makan” sedangkan hukum reaksinya adalah “kenyang” nya, dan hukum aksi reaksi ini ada juga yang menyebutnya dengan hukum alam, dimana setiap aksi dan reaksi yang terjadi mereka katakan bahwa semua itu tidak lebih hanya sebuah proses dari alam itu sendiri.
Dalam konsep Keasaan Allah (lmu Tauhid), dikatakan bahwa setiap aksi dan reaksi yang terjadi, semua itu tidak terjadi dengan sendirinya melainkan ada sesuatu yang mengatur dan menetapkannya yaitu Allah swt.
Dikatakan bahwa pada haqiqatnya apapun yang selain Allah (semua ciptaan) yang disebut makhluk, semuanya tidak memiliki kemampuan apapun walau hanya sedikit sekalipun, jika diyakini bahwa makhluk itu memiliki kemampuan (untuk berwujud, bersifat serta beraf;al), otomat…

40. HAQIQAT SHODAQOH DAN ANJURAN MEMPERBANYAKNYA

“liyunfiq zuu sa’atin min sa’atihi waman qudiro alaihi rizquhuu fal yunfiq mim maa aataahulloohu laa yukallifu nafsan illaa maa aataahaa sayaj’alalloohu ba’da usri yusroo (At-tholak 7).(orang yang mampu hendaknya memberi nafkah sesuai dengan kemampuannya, dan orang yang disempitkan rizkinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya, Allah tidak memberikan beban melainkan sesuai dengan apa yang diberikan kepadanya, Allah akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan)Jika engkau dikaruniai rizki yang jembar, hendaknya engkau didalam menafkahi keluargamu itu agar lebih banyak dari kebiasaanmu, dimana nafkah yang engkau berikan itu seimbang dengan banyaknya rizki yang engkau peroleh, sehingga semakin banyak rizki yang engkau dapatkan seharusnya semakin banyak pula nafkah yang engkau diberikan.
Tidaklah yang dimaksud rizki itu hanya dalam so’al materi, tetapi ia adalah melingkupi segala hal yang merupakan bentuk pemberianNya yang selalu berada didalam naungan rahma…

39. TANDA-TANDA USAHA YANG SELALU SUKSES.

“min alaamatin najhi fin nihaayatir rujuu’u ilalloohi fil bidaayaati”
(setengah dari pada tanda-tandanya akan berhasil pada akhirnya, dimana ia senantiasa kembali kepada Allah pada permulaannya).
jika engkau sungguh-sungguh sadar dimana engkau menyadari keinginanmu itu untuk melakukan ini dan itu bukan semata-mata kemampuanmu tetapi sebab fadhol dan dorongan dari Tuhanmu yang ditanamkan dihatimu kemudian didalam melaksanakan apa-apa yang engkau usahakan itu, dimana engkau senantiasa sadar bahwa tiadalah engkau melakukannya melainkan bersama Tuhanmu, pastilah apa-apa yang engkau usahakan itu selalu memperoleh kecemerlangan dan keberhasilan terutama disis Tuhanmu
Bukankah telah dikatakan :“maa tawaqqofa math labun anta thoolibuhu birobbika”(apapun yang diperjuangkan dan diusahakan itu bila selalu disertai tawakkal (jiwa yang menyerah) terhadap kekuasaan Allah didalamnya, kemudian engkau selalu meminta pertolongan hanya kepadaNya, pastilah usahamu itu  tidak akan menemui jalan buntu, tid…

38. KEKERUHAN HIDUP ADALAH SIFATNYA DUNIA

“laa tastaghrib wuquu’al aqdaari maa dumta fii haazihid daar”Jangan pernah engkau menganggap ganjil terhadap adanya kekeruhan-kekeruhan (permasalahan-permasalahan) yang engkau alami selama engkau menjalani kehidupanmu didunia yang fana’ ini, sungguh selama engkau masih berada didunia ini pastilah engkau akan mengalami berbagai macam permasalahan itu sedikit atau banyaknya,
Bukankah sudah dikatakan :“fa’innahaa maa abrozat illaa maa hua mustahiqqun wasfuhaa wawaajibun na’tuhaa”
(sungguh semua permasalahan-permasalahan itu sudah menjadi sifat dan pembawaan dunia)
.
Jika engkau sungguh memahaminya, maka janganlah engkau buang-buang waktumu itu hanya untuk mencari kesenggangan dan terbebas dari berbagai permasalahan hidup dimana engkau berharap dapat menemukan hidup yang enak tanpa adanya permasalahan yang menyertaimu, sungguh kehidupan ini harus engkau jalani dengan segala permasalahan-permasalahannya,
bukankah sudah disampaikan
“man tholaba maa lam yukhlaq at’aba nafsahuu walam yurzaq a…

37. TENTANG “BERDO’A”

“Tuhanmu memerintahkan kamu untuk selalu berdo’a kepadaNya, tetapi kenapa kamu melakukannya bukan atas dasar melaksanakan perintahNya dan malah menuntutnya agar do’a dan permohonanmu itu dikabulkan”
“Renungkanlah…………kewajibanmu itu hanyalah melaksanakan perintah-perintah Tuhanmu sedangkan hasil (ijabah) itu adalah urusan Tuhanmu, jangan engkau campur adukkan antara hak dan kewajibanmu, Laksanakanlah kewajiban-kewajibanmu dan jangan pernah kamu memikirkan haq-haqmu, sebab apa-apa yang menjadi haqmu itu adalah kewajiban Tuhanmu”
Dan disebutkan bahwa :“tholabuka minhu intihaamun lahu”Dikatakan bahwa memohon kepada Tuhan (berdo’a) itu dapat berarti menuduh atau tidak percaya kepada Allah bahwa sesungguhnya Allah itu maha pengasih serta maha penyayang, bahwa Allah itu maha memberi meskipun tanpa diminta sebab Allah itu telah menanggung mencukupi semua rizki makhluk-makhluknya termasuk manusia, dan berdo’a itu juga dapat diartikan bahwa Allah tidak mengetahui keadaan orang yang berdo’a ata…

36. TENTANG TULUL AMAL (MENUNDA-NUNDA KEBAIKAN)

Kemudian dikatakan :“ihaalatukal a’maala alaa wujuudil firooghi min ru’uunaatin nafsi”
(menangguhkan amal-amal ibadah, menangguhkan berbuat kebaikan adalah setengah dari pada sifat-sifat nafsu yang bodoh)Sungguh menangguhkan dan menunda-nunda untuk berbuat kebaikan itu merupakan ajakan hawa nafsu yang bodoh, dialah yang menyeret dirimu kepada kebinasaan dan kehancuran, dalam al-qur’an surat al-hadid ayat 16 Allah berfirman :“alam ya’ni lil ladziina’aamanuu antakhsya’aquluubuhum lizikrillaahi wamaa nazala minal haqqi”
(belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk menundukkan hati mereka khusyu’ mengingat kepada Allah dan kepada kebenaran-kebenaran yang telah turun kepada mereka”Kemudian disebutkan juga dalam sebuah hadis :“ightanim khomsan qobla khomsin syabaabaka qobla haroomika wasih hataka qobla saqomika wafarooghoka qobla syughlika waghinaaka qobla faqrika wahayaataka qobla mautika” (HR Hakim dari Ibnu Abbas)
(peliharalah lima sebelum datang yang lima, masa mudamu s…

35. ALLAH ITU AMAT NYATA (ADZ-DZOOHIR) UNTUK DISAKSIKAN

Selanjutnya disebutkan :“kayfa yutashowwaru An yah jubahu syai`un wahualladzii azharo kulla syai`in”
(bagaimana mungkin Alloh itu terhalang (terhijab) oleh segala sesuatu, padahal Alloh itu amat nyata didalam segala sesuatu itu)
Allah itu tidak mungkin terhalang (terhijab) untuk disaksikan sedangkan yang mewujudkan segala sesuatu itu adalah Allah., dikatakan bahwa ini adalah masih kelanjutan dari pembahasan sebelumnya “Alkaunu kulluhuu dhulmah……” maka tidak ada sesuatu apapun yang dapat menghijabi (menghalangi) Allah sebab segala sesuatu itu wujudnya karena Allah (diwujudkan Allah) dan barang yang diwujudkan tersebut tidak mungkin dapat menghalangi (menghijabi) penciptanya justru sebaliknya malah memperjelas penciptanya itu sendiri.
Makhluk apapun (selain Allah), itu tidak mungkin dapat menutupi dan menjadi dinding penghalang (menghijabi) Allah, sebab sesuatu yang menghalangi itu keadaannya pasti lebih besar dari yang dihalangi dan itu mustahil bagi Allah, justru sebaliknya bahwa kebe…